Ciri dan Cita Rasa kopi Robusta

Ternyata ada tingkatan bagi peminum kopi. Mereka terbagi dalam tiga kategori, yaitu pecinta, penikmat, dan pengikut. Pembagian ini hanya dari pengamatan. Mungkin lebih baik para peminum kopi tidak seharusnya masukkan dalam kelas ini dan itu.Anda jangan menganggap serius. Pembagian kategori peminum kopi ini sekadar iseng, siapa tahu bisa membantu Anda atau kawan Anda yang baru memulai bisnis kopi dan mempelajari karakter para peminum kopi langganannya.



1. Peminum kopi kategori pengikut
Kebiasaan peminum kopi dalam kategori ini dimulai dari mengikuti teman, tren, atau rekomendasi. Umumnya mereka mendatangi coffee shop beramai-ramai bersama teman-temannya, atau minimal berdua.

Faktor ambience memainkan peranan penting dalam hal ini. Banyaknya coffee shop yang didesain dengan apik saat ini memang membuat siapapun akan merasa nyaman dengan suasananya, terlepas mereka suka kopi atau tidak.
Ciri lain peminum kopi kelompok ini yaitu dari menu minuman yang dipesan. Biasanya mereka memesan minuman yang “ringan” seperti frappe atau ice blended dengan basis kopi maupun nonkopi. Selain itu, mereka tidak menjadikan aktivitas minum kopi sebagai rutinitas harian.

2. Peminum kopi kategori penikmat
Peminum kopi kelompok kedua adalah penikmat kopi. Mereka adalah orang-orang yang sudah sampai pada tahap harus minum kopi. Para peminum kopi ini bahkan memiliki jadwal ngopi tidak tertulis, suatu rutinitas yang dilakukan by feeling. Misalnya, sebelum kerja, saat kerja, atau istirahat sore selepas kerja.


Kelompok ini terdiri dari orang-orang yang lebih “gila” ngopi dibanding dengan mereka yang masuk peminum kopi kategori pertama. Para peminum kopi dalam kategori ini biasanya tidak ambil pusing kopi seperti apa yang mereka konsumsi. Seduh dan minum. Dan pada akhirnya, kopi hanya sebagai suplemen “langganan” dalam waktu-waktu mereka.


3. Peminum kopi kategori pecinta
Peminum kopi kategori terakhir adalah para pecinta kopi. Mereka merupakan orang-orang yang sangat peduli dengan kopi yang akan mereka minum; dari mana asalnya, karakternya seperti apa, bagaimana kesesuaian tingkat roasting dengan selera mereka, bagaimana metode seduhnya, berapa temperatur air saat penyeduhan, dan bla bla bla.

Seperti dalam kisah percintaan, ada unsur egois dalam minum kopi bagi para penimum kopi kelompok ini. Masing-masing peminum membela selera pribadinya meski tidak ada dua pancaindera manusia yang mutlak sama.


Ada peminum kopi menyebut, “kopi itu, ya, arabika, karena bla bla bla, robusta itu udah bukan kopi, enggak enak!”
Namun, saat yang yang lain mengatakan asam, peminum kopi yang lain menyebut tidak terlalu asam, lebih ke rasa sweet. Di sinilah letak menariknya para peminum kopi kelompok ini.
Pokoknya, mereka yang dalam kategori pecinta kopi ini memiliki seleranya sendiri dan mati-matian mempertahankannya. Dan bisa jadi mereka sudah tak lagi menjadikan waktu sebagai patokan. Padahal, saat terbaik berintim dengan kopi adalah saat rasa “pengin ngopi” datang.

Kampoeng Arab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

METODE PEMBAYARAN

METODE PEMBAYARAN