Akulturasi Kuliner Budaya Arab dan Indonesia


Kampoeng Arab - Pada awalnya bangsa Arab datang ke Indonesia untuk berniaga, namun seiring berjalannya waktu mereka juga turut menyebarkan agama Islam. Sebagian besar orang Arab yang datang ke Indonesia berasal dari Hadramaut, Provinsi Yaman Selatan. Dan sebagian lagi berasal dari Yaman, Hijaz dan Mesir.

Pendatang dari Arab ini biasanya datang ke Indonesia dengan tujuan berdagang dan biasanya mereka datang sendirian tanpa mengajak anggota keluarganya.Mereka membawa barang dagangan seperti kain,parfum,obat-obatan dan lain sebagainya untuk kemudian kembali ke negaranya membawa rempah-rempah dari Indonesia.

Pendatang Arab yang menetap Indonesia tak hanya datang dari kalangan pedagang,ada juga ulama dan juru dakwah.Dengan keberadaan para ulama dan juru dakwah ini kemudian memudahkan pembangunan banyak Masjid di Indonesia. Dengan adanya masjid-masjid ini kemudian muncul berbagai kegiatan-kegiatan yang terpusat di masjid sehingga mendekatkan dan mempertemukan  penduduk asli dengan pendatang Arab yang berujung pada kesamaan agama dan pernikahan yang memudahkan terjadinya pembaruan.

Kedatangan para pendatang arab ini kemudian menyebabkan pembauran kebudayaan di berbagai hal, salah satunya adalah dalam hal makanan atau kuliner. Masakan Arab dipengaruhi oleh masakan dari negara-negara di Saudi Arabia yang meliputi kawasan Tunisia, Yaman, Somalia, Mesir, Turki Afghanistan, Iran, India termasuk Afrika Utara. "Pada umumnya memiliki ciri banyak menggunakan kurma, gandum,beras, daging dan yoghurt. Adapun bumbu yang banyak digunakan adalah jinten, pala, cengkih, kayu manis, adas manis, minyak samin, daun kari dan kapulaga.”

Kuliner Arab di Indonesia juga merupakan hasil akulturasi budaya Arab dan Indonesia yang telah terjadi sejak ratusan tahun. Misalnya di kota Surabaya dikenal dengan minuman khasnya yakni kopi arab, di kota Serang lebih dikenal dengan makanan khasnya yaitu Rabeg.

Bagi orang Arab, kemana pun mereka pergi merantau, mereka selalu akan mencoba untuk mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan cita rasa dan ramuan yang mereka gemari.Hal ini tidak terlepas dari sejarah masakan sejak jaman kekhalifahan Islam berjaya.
Masakan Arab cukup berkembang pada saat kekhalifan Islam,para juru masak pada masa itu berpacu melahirkan jenis masakan baru. Kemudian, setelah berhasil,resep-resep makanan tersebut dituliskan kedalam sebuah buku.

"kopi arab itukan awal mulanya dari Yaman, maksudnya dari Jaziran Arab dan orang-orang arab jaman dahulu pada waktu malam hari suka meminum yang namanya Khamer (minuman keras) untuk menghangatkan badan dia kalau minum Khamer (minuman keras) itu setiap malam, karena Jazirah Arab kalau malam itu dingin sekali, sedangkan siang atau pagi sangat bener-bener panas dan malamnya sangat dingin, jadi itu dia merasa ini terlalu dingin, dia membuat minuman yang namanya Khamer (minuman keras) atau bir. Dan kalo dia minum Khamer (minuman keras) itu satu orang itu menghabiskan satu gentong tapi subhanallah karena agama islam turun dan akhirnya membuang ini tadi, karena turun ayat dari Allah SWT yang mengharamkan Khamer (minuman keras), secara bertahap  dalam Al-Qur’an itu mulai di haramkan sama Allah SWT untuk umat islam. Akhirnya seluruh kota madinah itu membuang Khamer nya itu tadi. dan Subhanallah di Negara Yaman ditemukanlah kopi yang dapat memicu stamina dan akhirnya orang arab menjadikan kopi ini tadi dijadikan kopi penghangat tubuh, maka kopi ini dicampur dengan rempah-rempah dari itu tadi, yang bernama kapulaga. Jadi kapulaganya lebih banyak supaya menghangatkan tubuhnya. seperti itu." tutur Abdullah selaku Manajer Pemasaran perusahaan Kampoeng Arab Indonesia

Daftar Kampung Arab di Indonesia

Jakarta (Pekojan), Bogor (Empang), Surakarta (Pasar Kliwon), Surabaya (Ampel), Gresik (Gapura), Malang (Jagalan), Cirebon (Kauman), Mojokerto (Kauman), Yogyakarta (Kauman), Probolinggo (Diponegoro), Bondowoso, dan Banjarmasin (Kampung Arab), serta masih banyak lagi yang tersebar di kota-kota lainnya seperti Palembang, Banda Aceh, Sigli, Medan, Lampung, Makasar, Gorontalo, Ambon, Mataram, Ampenan, Sumbawa, Dompu, Bima, Kupang, dan Papua.

(JM)

Kampoeng Arab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

METODE PEMBAYARAN

METODE PEMBAYARAN