Kenikmatan Kopi Indonesia Dari Sabang Sampai Merauke


Hitam, pahit, tapi menenangkan. Bukan, bukan kenangan pahit, tapi Kopi! minuman yang satu ini memang sudah sejak lama dikenal untuk dikonsumsi. Rasanya yang khas membuat banyak orang menikmati seduhan kopi. Siapa sangka, ternyata Indonesia memiliki banyak jenis kopi yang tersebar di seluruh nusantara. Berikut ane sajikan secara Infografis dari Sabang sampai Merauke

Aceh (Kopi Gayo
Kopi Gayo merupakan salah satu kopi khas Nusantara asal Aceh yang cukup banyak digemari oleh berbagai kalangan di dunia. Kopi Gayo memiliki aroma dan rasa yang sangat khas. Kebanyakan kopi yang ada, rasa pahitnya masih tertinggal di lidah kita, namun tidak demikian pada kopi Gayo. Rasa pahit hampir tidak terasa pada kopi ini. Cita rasa kopi Gayo yang asli terdapat pada aroma kopi yang harum dan rasa gurih hampir tidak pahit. Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa rasa kopi Gayo melebihi cita rasa kopi Blue Mountain yang berasal dari Jamaika. Kopi Gayo Aceh Gayo dihasilkan dari perkebunan rakyat di dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah. Di daerah tersebut kopi ditanam dengan cara organik tanpa bahan kimia sehingga kopi ini juga dikenal sebagai kopi hijau (ramah lingkungan). Kopi Gayo disebut-sebut sebagai kopi organik terbaik di dunia.


Jambi (Kopi AAA
Kopi AAA merupakan salah satu dari sekian banyak warisan kopi nikmat Nusantara selain kopi dari daerah lain di Sumatera seperti kopi Atjeh, kopi Lampung, Kopi Aceh dan kopi Sidikalang. Kopi AAA telah diracik dari biji kopi pilihan dengan resep yang dilestarikan secara turun temurun dari beberapa generasi sejak tahun 1966 hingga hari ini. Kopi yang ber merk Cap AAA ini berwarna hitam pekat, rasanya lebih pahit agak asam, aromanya harum dan berbau kopi alami.


Pangkal Pinang (Kopi TungTau)
Hampir semua masyarakat Kabupaten Bangka bahkan mungkin kabupaten lain di Pulau bangka mengenal nama Tung Tau. Sebuah warung kopi legendaris saksi perjalanan sejarah di kota Sungailiat sehingga masyarakat menyebutnya menjadi sebuah nama persimpangan  yaitu simpang Tung Tau.




Padang (Kawa Daun)
 Kawa artinya kopi. Dari bahasa arab qahwah. Daun sendiri dari bahasa Indonesia. Jadi kawa daun adalah minuman yang dibuat dari seduhan daun kopi. Seperti teh yang diseduh dengan air panas, dan bukan dari bijinya. Cara menikmatinya juga terbilang unik, yaitu memakai tempurung alias batok kelapa dengan biasanya satu paket dengan gorengan. Sambil bersila di atas balai-balai bambu seraya dihembus angin sepoi-sepoi dingin pegunungan, sungguh kenikmatan tak terkira bagi penggemarnya. Warna kelat dari Kawa Daun sendiri menggambarkan jelas sejarah kelamnya dulu dan utamanya bagi orang Minang. Sesuai paparan di atas dari tempat meminumnya pun sudah membuat kita penasaran, yaitu dari tempurung kepala dan dialaskan selonjong bambu. Rasa Kawa Daun sendiri terbilang seperti teh dan sedikit kekopi-kopian


Lampung (Kopi Durian)
Bila kamu tak menyukai buah durian karena baunya, jangan khawatir! Kopi memiliki kemampuan untuk menetralisir aroma, sehingga sensasi creamy dan rasa manis akan menyeruak ke dalam mulut dan kerongkongan. Hanya dengan mengaduk daging durian ke dalam kopi panas, kamu akan medapatkan rasa baru untuk memanjakan lidah.

Untuk pembuatan kopi durian, biasanya menggunakan kopi jenis robusta sebagai bahan dasar produksinya, yang didatangkan dari perkebunan di daerah Liwa, Lampung Barat. Ini tidak lain karena harga kopi jenis ini terbilang lebih murah dibanding jenis lainnya seperti Arabica.



Bengkulu (Kopi Kapahiang)
Kawasan di sekitar Gunung Kaba merupakan lahan pertanian yang subur. Ada dua kabupaten di Bengkulu yang menjadi area pertanian rakyat, yakni Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong.

Dengan kontur yang tinggi, tentunya salah satu tanaman yang paling cocok ditanam adalah kopi. Semakin tinggi daerah tanam kopi, alkisah semakin padat pula bijinya. Artinya, kopi tersebut semakin kompleks: menyimpan banyak cita rasa.

Bengkulu ternyata termasuk lima besar produsen kopi senusantara. Ini fakta yang cukup mengejutkan (walau ini data tahun 2012). Ternyata potensi kopi di provinsi ini begitu besar. Tak heran ia terkenal sebagai provinsi di “segitiga emas robusta”–selain Lampung dan Sumatera Selatan.



Medan (Kopi Medan)
 KOPI MEDAN adalah kopi tradisional Khas Medan yang sering digunakan oleh kopitiam-kopitiam terkenal di Sumatera Utara, khususnya Medan. KOPI MEDAN merupakan campuran arabica  dan robusta pilihan dengan komposisi yang sangat tepat sehingga sangat sesuai dengan selera orang Indonesia. Aromanya kuat, rasanya nikmat.

KOPI MEDAN sangat kental di mulut, seakan mengingat kita pada slogan: “Kalo nggak kental, ya bukan kopi medan…“.


Pekanbaru (Kopi Payau)

Provinsi Riau ternyata juga memiliki sebuah tanaman khas yang bernilai jual tinggi. Ya, itulah kopi payau. Kopi jenis arabika maupun robusta yang tumbuh di lahan payau. Konon, kelezatan rasa kopi ini telah diakui dunia.







Tanjung Pinang (Kopi O)

Seperti Aceh dan Belitong masyarakat Tanjungpinang gemar menghabiskan waktu di kedai kopi. Secangkir kopi telah menjadi alat pemersatu antara dua orang yang awalnya tidak saling mengenal menjadi kawan akhrab hanya bermodal kopi. Setiap orang bisa berlama-lama duduk di warung kopi tanpa harus takut diusir oleh pemilik warung. Jika sedang berada di Tanjungpinang atau di Kepulauan Riau pada umumnya kita bisa memesan kopi dengan istilah kopi O untuk kopi panas. Jika tidak biasa minum kopi bisa juga memesan teh O beng (es teh manis) atau teh O (teh panas). Sebutan yang cukup unik.



Banyuwangi (Kopi Osing
Bagi pecinta kopi yang ingin belajar cara meracik kopi dan menyangrai kopi  agar bisa diminum dengan nikmat . Di  Kota Banyuwangi, Jawa Timur  ada tokoh terkenal peracik dan pecinta minuman kopi  bernama  Setiawan Subekti. Dikenal akrab dengan nama Iwan sebagai tester kopi internasional, Iwan sering diundang ke berbagai negara  untuk berbagi ilmu maupun menjadi juri pada berbagai kompetisi kopi. Iwan memiliki kebun kopi sendiri dan menanam jenis kopi Osing yang  memiliki cita rasa tersendiri yang nikmat. Kopi yang ditanamnya  di  lereng Gunung Ijen dan Raung sekitar Kabupaten  Banyuwangi dan Bondowoso, sudah diekspor ke mancanegara. Kalau kita pergi ke Eropa dan minta disajikan Java Coffee, maka hampir dipastikan bahwa kopi itu berasal dari daerah sekitar Banyuwangi, Jawa Timur. Keunikan rasanya  menjadikan kopi Osing digemari di dunia. Kopi  sendiri dalam bahasa Osing asal  Banyuwangi  sering disebut  “Kopai.


Bandung (Kopi Aroma)

Pabrik Kopi Aroma adalah salah satu pabrik kopi tertua yang ada di Kota Bandung. Dia terdiri dari bangunan tua khas Belanda yang berada di persimpangan jalan. Proses yang dilakukan di Pabrik Kopi Aroma ini sangat tradisional. Biji kopi dijemur menggunakan cahaya matahari langsung dan kemudian disimpan di dalam goni selama bertahun-tahun. Jika umur penyimpanannya sudah cukup baru biji kopi disangrai oleh roaster machine asal Jerman yang masih bekerja dengan sangat baik sejak 1936.
Kopi disimpan bertahun-tahun agar lebih bagus kualitasnya. Sama seperti buah anggur diperas dimasukkan ke dalam wadah kayu kemudian disimpan bertahun-tahun “aging”



Semarang (Kopi Klotok)

Rasanya pahit mantap, disertai rasa manis gula pasir. Apa keistimewaan "kopi Klotok"? Cara memasaknya. Kalau biasanya kita menyeduh bubuk kopi dengan air panas, maka kopi klotok dibuat dengan cara direbus. Mula-mula bubuk kopi dipanaskan dalam panci hingga gosong. Hal ini untuk memaksa aroma kopi keluar. Setelah itu, air dituangkan. Guyuran air ini menyebabkan lapisan kopi pada panci itu terkelupas. Orang Jawa menyebutnya "nglothok." Maka disebutlah kopi klotok. Tapi ada juga yang mengajukan "teori" bahwa nama minuman ini berasal dari sebuah nama desa di wilayah Cepu, Jawa Tengah.


Rembang (Kopi Lasem)

Kopi lelet (baca lèlèt) merupakan seni merokok dengan sisa endapan kopi Lasem yang di balutkan di ujung rokok. Caranya cukup tuangkan endapan ke dalam piring kecil dan hilangkan kadar air dengan tisu lalu tambahkan susu kental manis,dan saatnya meleletkan kopi ke rokok. Biasanya pecinta kopi lelet ini membalutkan kopi dengan berbagai motif seperti batik yang merupakan salah satu ikon kota lasem.

Kopinya gak ada ampasnya, kalau diminum halus dan nggak berat. Rasa rokok apabila dilelet, ada aroma kopinya jadi seger gitu.ini pertama kalinya mencoba kopi lasem dan benar-benar be da

Gresik (Kopi Giras)

Giras jika di artikan dengan bahasa jawa artinya Ganas atau Belum Jinak . Namun sebagian masyarakat khususnya kota gresik dan Surabaya sekitarnya mengartikan kata Giras adalah Warung Kopi . mayoritas penjual kopi giras di surabaya merupakan pendatang dari lamongan , gresik dan madura .

kopi giras juga memiliki arti "legi ( manis ) " dan "keras" dengan karateristik rasa yg mantab sehingga banyak penikmat kopi di surabaya dan sekitarnya sangat menyukai kopi ini. jika anda tidak menyukai kopi tubruk giras yang keras. anda bisa menambahkan susu didalamnya keistimewaan kopi giras walaupun di mix dengan susu kental manis. rasa kopi nya masih berasa di lidah.

Surabaya (Kopi Kampoong Arab)

Kopi Kampoong Arab sebagai minuman khas masyarakat keturunan Arab di Ampel, Surabaya. Kop Kampoongi Arab adalah hasil perpaduan kopi lokal dengan rempah-rempah asli Indonesia. Rempah-rempah tersebut salah satunya adalah kapulaga, kapulaga memiliki peranan penting sebagai pemberi aroma khas kopi Kampoong Arab. Komposisi rempah yang lain yaitu jahe, dan kayu manis lokal. Kopi Kampoong Arab biasa disajikan oleh masyarakat keturunan Arab di Ampel hanya pada acara-acara khusus, seperti pada acara perkumpulan keluarga, acara pernikahan keluarga keturunan Arab, serta pengajian-pengajian di lingkungan Ampel. Penjualan kopi Kampoong Arab saat ini juga terbatas pada area sekitar Ampel, dan belum menyebar luas ke seluruh wilayah Surabaya maupun daerah lain.

Yogyakarta (Kopi Joss)

Kopi joss dibuat dengan gula, kopi bubuk dan diseduh dengan air mendidih, lalu ditambahkan dengan arang panas. Saat arang panas dicelupkan, maka terdengarlah bunyi josss pada kopi Anda. Rasanya yang khas dan panas akan menemani Anda menikmati kota Yogyakarta di malam hari.

Kopi joss telah menjadi minuman khas Angkringan lik Man dari tahun 1960-an. Kopi ini berkhasiat menghilangkan penyakit seperti kembung, mules, dan telah menjadi obat sakit perut. Bahkan ada beberapa tokoh yang datang ke Angkringan Lik Man untuk mencoba sendiri kopi joss, yaitu Emha Ainun Nadjib, Bondan 'Maknyuss' Winarno, bahkan Butet Kertarajasa.


Pontianak (Kopi Asiang)
 Asiang adalah nama pemilik kedai kopi di jalan Merapi Pontianak. Usianya kini lebih dari 60 tahun dan dikaruniai dua putra dari satu istri. Ia adalah turunan ke dua pengelola warung kopi yang (salah satu) paling terkenal di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Ia adalah turunan ke dua setelah ayahnya menyerahkan tongkat estafet pengelolaan kedai tersebut sejak tiga dekade terakhir.
Ciri khas Asiang yang tak lazim dan mungkin tak masuk dalam etika bisnis manapun di atas muka bumi tentang layanan terhadap pelanggan dengan tidak memakai baju sehingga -maaf- terlihat ketiak Asiang pun terlihat saat mengangkat tinggi-tinggi satu ceret ke tempat saringannya berulang-ulang. Tak pernah ada yang menilai hal itu sesuatu yang tabu dan menilai kurang sedap  tentang hal ini.


Jakarta  (Kopi Pletok
Penikmat kopi sepertinya harus mencoba kopi yang satu ini, yaitu Kopi Pletok. Selain bisa membuat Anda terjaga, kopi yang kaya akan rempah-rempah ini juga bisa menghangatkan badan. Kopi pletok ini diramu dari 15 jenis rempah-rempah dan memiliki khasiat yang luar biasa. Selain bisa terjaga, kopi ini juga bisa menghangatkan badan. "Biasanya kopi enak diminum saat panas atau hangat. Walau sudah dingin pun, tetap bisa menghangatkan tubuh karena ada kandungan rempah-rempah,"


Manado (Kopi Kotamobagu)
Dari tanah di sekitar gunung Ambang inilah dulu kopi Kotamobagu dihasilkan. Sama seperti wilayah lain di Nusantara, kopi menjadi tanaman yang wajib tanam penduduk pada jaman penjajahan Belanda di daerah ini. Tanaman kopi ditanam di lahan belakang rumah atau di lahan perkebunan. Sampai sekarang sebagian kecil penduduk desa masih mempertahankan untuk membudidayakan tanaman kopi.
Kopi Kotamobagu merupakan jenis arabica yang ditanam pada ketinggian 600-2200 mdpl di kaki dan punggung gunung Ambang. Kopi Kotamobagu sudah cukup terkenal kenikmatannya. Dalam gala dinner antara pemerintah Republik Ceko dan Kedutaaan Besar Indonesia kopi Kotamobagu turut dihadirkan. Kopi ini merupakan trade mark provinsi Sulawesi Utara, dan menjadi satu-satunya produk kopi berkualitas di sana yang tidak kalah dengan jenis kopi-kopi lainnya di Indonesia. Meski kita tahu bahwa soal citarasa mungkin lebih bersifat subjektif, tapi untuk bisa berkomentar lebih Anda harus mencoba kenikmatan kopi Kotamobagu ini.



Kupang (Kopi Bajawa)
Flores terkenal dengan keindahan alamnya yang menakjubkan, siapa sangka daerah ini ternyata juga menghasilkan kopi yang tak kalah nikmatnya. Kopi Flores Bajawa adalah kopi yang berasal dari Kabupaten Ngada. Kopi ini tumbuh di dataran Flores yang subur meskipun di kelilingi oleh pegunungan yang masih aktif maupun tidak. Tanah tempat kopi ini dihasilkan ternyata mengandung andosols subur dari abu gunung berapi yang ternyata sangat baik untuk menanam kopi. Dan jadilah kopi Flores Bajawa yang nikmatnya tak kalah dengan kopi nusantara lainnya. Kopi Flores Bajawa biasanya melalui proses giling basah. Kopi ini memiliki sedikit aroma fruity dan sedikit bau tembakau pada after taste-nya. Sebuah keunikan yang mungkin tak didapatkan dari biji kopi yang berasal dari daerah lain.


Mataram (Kopi Tambora)
Tambora bukan hanya kisah soal letusan. Alamnya yang eksotik serta komoditi pertaniannya yang kaya, juga punya kisahnya sendiri. 25 ribu penduduk yang menetap di lingkar Tambora bergantung penuh pada kemurahan alam disana. Kopi salah satu komoditi pertanian unggulan Tambora. Hamparan kebun kopi mudah kita temui, terutama di bagian lereng sebelah utara. Itu sudah ada sejak zaman Belanda. Para pekerjanya datang dari Pulau Jawa. Entah didatangkan paksa atau sukarela. Jejak orang Jawa masih tertinggal nyata. Lihat saja dari nama-nama camp (afdelin) di sana. Seperti Afdelin Sumber Rurip dan Afdelin Sumber Rejo. Jelas merujuk kepada nama khas Jawa Luas perkebunan kopi di lereng tambora peninggalan Belanda itu ditaksir 500 hektar. Selain hamparan perkebunan, Belanda juga mewariskan gudang prosesing, puluhan rumah pegawai dan gedung kantor.


Denpasar (Kopi Kintamani)
Kopi yang berasal dari daerah Kintamani Bali nan sejuk ini memang memiliki keunikan cita rasa yang berbeda dari kopi di daerah lain di nusantara. Kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa buah-buahan yang asam dan segar. Hal tersebut terjadi dikarenakan tanaman kopi di Bali Kintamani ditanam bersamaan dengan tanaman lain seperti aneka sayuran dan buah jeruk. Kopi jenis ini menggunakan sistem ‘tumpang sari’ bersama dengan jenis tanaman lain. Itu kenapa biji kopinya meresap rasa buah-buahan seperti jeruk. Selain memiliki cita rasa ‘buah’, kopi Bali Kintamani memiliki cita rasa yang lembut dan tidak berat. Keunikanya tersebut di dapat dari letak geografisnya yang unik juga. Bagi kamu yang menyukai cita rasa kopi berbeda, kopi Bali Kintamani bisa menjadi pilihan yang tepat.

Kebun kopi Kintamani terletak di lereng Gunung Batur, Bali. Kopi premium arabika ini memiliki karakteristik kekentalan yang medium, keasaman yang sedang-tinggi, serta aroma tumbuhan, dengan rasa mirip lemon. Kopi Kintamani memiliki Sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual dengan Indikasi Geografis. Artinya kopi  Kintamani adalah yang pertama  mendapatkan sertifikat HAKI dengan Indikasi Geografis.
Bahkan kopi Kintamani menjadi banyak diminati pengunjung pada Festival Kopi di The Old Truman Brewery, Brick Lane London  belum lama ini.

Ternate (Kopi Guraka
Aer Guraka sejatinya seperti wedang jahe, namun di Maluku utara ini dibuat dari jahe khas daerah ini, dan diatas nya ditaburi dengan pecahan-pecahan kacang kenari yang tumbuk kasar, begitu juga kopi gurakanya, kopi hitam dicampur jahe dan diatasnya di taburi pecahan-pecahan kacang kenari. Bagi anda yang gemar olah raga air bisa melampiaskan kegemaran anda di pantai ini.





Jayapura (Kopi Wamena)
Kopi yang berasal dari wilayah Timur Indonesia ini tumbuh pada ketinggian 1.500 m dengan suhu 20 derajat. Menjadikannya kopi dengan cita rasa ringan dan memiliki keharuman tajam yang nikmat. Kopi Papua Wamena memiliki tingkat keasaman yang rendah, mungkin dikarenakan letak geografisnya dan juga struktur tanah tempat kopi ini bertumbuh. Yang membuat kopi ini berkualitas tinggi adalah para petani menanam kopi ini secara organik karena tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang tentu bisa memengaruhi kopi yang akan dihasilkan. Untuk kamu yang menyukai kopi dengan rasa ringan dan lembut, aroma tajam yang nikmat serta tekstur yang nyaris tanpa ampas, kopi Papua Wamena adalah pilihan yang tak mungkin salah.



Gorontalo (Kopi Pinogu
Kopi Pinogu adalah kopi yang tumbuh di kawasan hutan lindung Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, yang berada di kecamatan Pinogu, kabupaten Bone Bolango, provinsi Gorontalo. Akses jalan dari Gorontalo ke hutan lindung ini memerlukan waktu tempuh yang cukup lama, karena harus melalui medan yang sulit dan penuh tantangan. Kawasan ini merupakan daerah yang paling terisolasi di provinsi Gorontalo, berada diketinggian 300 meter dari permukaan laut. Untuk mencapainya dengan kendaraan roda dua memerlukan waktu tempuh 6-8 jam karena jalan berbatu dan berlumpur atau berjalan kaki melalui sejumlah punggung bukit dan menyeberangi sungai Bone yang harus waspada agar tidak digigit lintah selama 12 jam perjalanan. Kopi Pinogu adalah kopi organik yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia dan pestisida.


Makassar (Kopi Toraja)
Tana Toraja adalah daerah yang diberkahi tanah tempat kopi tumbuh subur dengan kualitas yang tak kalah baik dari kopi dari daerah lain. Rasa yang kuat dan kadar asam yang tinggi menjadikan kopi Toraja diminati pasar yang memang menyukai kopi dengan keasaman tinggi. Meskipun sering disebut-sebut bercita rasa mirip dengan kopi Sumatera, tapi kopi Toraja memiliki ciri sendiri yang tentunya berbeda. Kopi Toraja memiliki bentuk biji yang lebih kecil dan lebih mengkilap dan licin pada kulit bijinya. Meskipun memiliki cita rasa asam, kopi Toraja memilki aroma earthy yang khas. Dan menurut ahli kopi aroma itulah yang menjadikan kopi Toraja berbeda dengan karakteristik yang unik pula.




Editor : Jawahir M Facebook • Instagram 

Kampoeng Arab

1 komentar:

  1. Yang berbeda antar kopi daerah satu dan lainnya cuma teknik meraciknya, tetapi dari segi spesies, yang dikenal cuma robusta dan arabica

    BalasHapus

METODE PEMBAYARAN

METODE PEMBAYARAN